Bangkinang – Sebuah komentar pedas dari seorang netizen viral di media sosial TikTok pada Selasa (28/10/2025), bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Komentar tersebut menyoroti pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau, dan memicu diskusi hangat di kalangan warganet.
Dalam kolom komentar sebuah video yang menampilkan kunjungan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Persada Bunda ke Komisi II DPRD Kampar terkait dugaan buruknya pelayanan RSUD, muncul komentar tajam dari seorang pengguna TikTok yang menulis:
“Berobat di rumah sakit iko (ini) seperti menghantarkan nyawa.”
Ungkapan itu sontak menyebar luas dan menuai beragam respons. Banyak pengguna lain mengaku memiliki pengalaman serupa, mulai dari lambatnya penanganan pasien, kurangnya fasilitas, hingga dugaan malapraktik. Sejumlah warga juga menyoroti kepemimpinan Plt Direktur RSUD Bangkinang dr. Irmawan yang dinilai tidak memiliki latar belakang manajemen rumah sakit.
“dr. Irmawan lebih baik mengundurkan diri secara jantan,” ungkap salah seorang warga dengan nada tegas.
Menanggapi viralnya komentar tersebut, sejumlah tokoh masyarakat Kampar menyampaikan keprihatinan.
“Kami sangat prihatin dengan keluhan seperti ini. Kesehatan adalah hak dasar warga negara, dan RSUD sebagai fasilitas milik pemerintah daerah wajib memberikan pelayanan terbaik,” ujar seorang tokoh masyarakat saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Dari pihak legislatif, Komisi II DPRD Kampar ikut merespons. Wakil Ketua Komisi II, Rinaldo, menegaskan bahwa pihaknya akan segera memanggil manajemen RSUD Bangkinang untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada November 2025 mendatang.
“Kami akan meminta penjelasan detail mengenai apa yang sebenarnya terjadi di RSUD Bangkinang. Jika memang ada kekurangan, harus segera diperbaiki. DPRD juga akan mendorong peningkatan fasilitas dan kualitas SDM di rumah sakit tersebut,” tegasnya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Bangkinang belum memberikan keterangan resmi terkait komentar viral di TikTok tersebut. Meski demikian, isu ini menjadi perhatian serius masyarakat dan diharapkan dapat menjadi momentum bagi pihak rumah sakit untuk berbenah, memperbaiki pelayanan, dan mengembalikan kepercayaan publik.
Kasus ini juga menjadi pengingat bagi seluruh fasilitas kesehatan di Kabupaten Kampar agar terus meningkatkan profesionalisme dan mutu pelayanan kesehatan untuk masyarakt.
