Kampar – SMAN 2 XIII Koto Kampar sukses menggelar Panen Raya Ko Kurikuler bagi siswa kelas X dengan tema “Cinta Tanah Air”, pada Senin (24/11/2025). Kegiatan yang berlangsung meriah ini menampilkan berbagai karya kreatif siswa, mulai dari replika rumah adat hingga sajian makanan khas dari berbagai daerah di Nusantara.
Panen Raya Ko Kurikuler merupakan puncak pembelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang menekankan nilai kebhinekaan, gotong royong, dan pelestarian budaya nasional. Para siswa terlihat antusias mempresentasikan keunikan budaya daerah yang mereka angkat, lengkap dengan pakaian tradisional dan penjelasan sejarah rumah adat.
Kepala SMAN 2 XIII Koto Kampar, (Pariyal, S, Pd M. Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pameran kreatif, tetapi juga sarana menanamkan rasa nasionalisme sejak dini.
“Melalui tema ‘Cinta Tanah Air’, kami berharap para siswa mampu memahami dan menghargai warisan budaya bangsa. Indonesia memiliki kekayaan adat istiadat dan kuliner yang luar biasa, dan itu harus terus dilestarikan oleh generasi muda,” ujarnya dalam sambutan.
Selain menampilkan rumah adat, para siswa juga menyuguhkan masakan khas daerah seperti rendang, sate, pempek, papeda, mie aceh, hingga aneka kue tradisional yang membuat suasana semakin semarak. Para guru dan tamu undangan mendapat kesempatan mencicipi hidangan tersebut sembari menilai kreativitas dan kekompakan tiap kelompok.
Wali kelas dan guru pendamping turut memberikan apresiasi atas kerja keras siswa dalam menyiapkan seluruh sajian dan karya selama beberapa minggu.
“Kegiatan ini melatih mereka bekerja sama, mencari informasi sejarah budaya, serta mengenalkan kearifan lokal kepada teman-teman mereka. Sebuah proses belajar yang menyenangkan dan bermakna,” tutur salah satu guru Ko Kurikuler.
Acara Panen Raya ini ditutup dengan penampilan seni budaya daerah, seperti tari tradisional dan musik nusantara, yang menambah kebanggaan akan keberagaman budaya Indonesia.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, SMAN 2 XIII Koto Kampar berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki kecintaan terhadap negeri, serta terdorong untuk menjaga persatuan dan keberagaman sebagai identitas bangsa.
✍️✍️ Sapi’i
