Kampar – Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kampar, Henri Dunan, kembali jadi bahan gunjingan. Kali ini bukan soal kinerja, melainkan dugaan hutang yang tidak kunjung ia bayar meski sudah lewat jatuh tempo.
Seorang rekanan kontraktor yang enggan disebutkan namanya membenarkan hal itu. Ia menegaskan, Henri Dunan sudah berulang kali berjanji akan melunasi hutang, namun sampai sekarang janji itu tidak ditepati.
“Sudah lewat waktu yang ia janjikan, tapi hutangnya tidak juga dibayar. Saya kecewa, ini jelas tidak ada itikad baik,” tegas kontraktor tersebut.
Kondisi ini dinilai sangat memalukan bagi seorang pejabat publik. Publik menilai, sebagai aparatur sipil negara (ASN), Henri Dunan telah mencoreng nama baik pemerintahan daerah dengan perilaku tidak bertanggung jawab.
“Pejabat seperti ini tidak pantas memimpin. Integritas dan kredibilitasnya sudah rusak di mata masyarakat,” kritik seorang warga.
Bahkan, sejumlah pihak mendesak Bupati Kampar untuk segera mengevaluasi posisi Henri Dunan sebagai Kepala Damkar. Tindakan menunda pembayaran hutang dianggap telah melanggar kode etik ASN yang seharusnya menjaga kehormatan, profesionalitas, dan wibawa.
Hingga berita ini diturunkan, Henri Dunan belum memberikan tanggapan resmi atas dugaan hutang yang tidak ia bayar tersebut.
✍️✍️✍️
