Kampar, Riau – Sebuah video yang menampilkan seorang ibu rumah tangga (emak-emak) dengan akun bernama emak daster viral di media sosial Facebook. Dalam video tersebut, sang ibu, yang mengaku masyarakat sinama nenek, menyampaikan permohonan keadilan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait lahan miliknya yang diduga telah diambil alih oleh Koperasi KNES Tapung Hulu.
Sambil terisak, emak daster tersebut mengungkapkan bahwa permasalahan ini bermula sejak tahun 2019, di masa jabatan Presiden Joko Widodo. Ia menyebutkan bahwa sertifikat lahan tersebut diserahkan oleh pak Jokowi kepada Bapak Sofyan Djalil. Dengan luas ribuan hektar kebun sawit.
“Tolonglah, Pak Presiden, selama enam tahun kami menderita. Kebun kami sudah dikuasai oleh KNES. Mereka menggerakkan orang Flores 40 orang untuk menghancurkan mobil Dantruk anak kami, Pak,” ujarnya dengan nada pilu berpecahan air mata dalam video singkat Rabu (19/11).
Emak daster itu juga menuturkan bahwa masyarakat Sinama Nenek di Tapung Hulu hidup dalam kesedihan akibat permasalahan ini. Ia mengklaim bahwa lahan yang berkapling kapling milik nya dikelola oleh KNES hanya memberikan hasil yang sangat minim bagi pemilik lahan, yaitu sekitar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per sekali panen.
Dalam video tersebut juga terlihat sebuah mobil dan truk dengan nomor polisi BM 8739 Z0 yang mengalami kerusakan pada bagian kaca depan dan samping. Emak daster tersebut menuding bahwa kerusakan tersebut terjadi saat anaknya sedang memanen buah sawit milik warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Koperasi KNES Tapung Hulu maupun pihak kepolisian terkait tuduhan yang dilayangkan oleh emak daster tersebut.
(**)
